Sabtu, 26 Desember 2015

Market Segmentation

    SEGMENTASI PASAR

    Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi pembeli yang kebutuhan, karakteristik atau  perilakunya berbeda dan mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah.
    Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa segmentasi memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan karena beberapa alasan, Pertama, segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan. Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

    Dasar – dasar untuk Mensegmentasikan Pasar Konsumen

    1.      Segmentasi Geografik
    Segmentasi geografik adalah membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografik seperti negara, regional, negara bagian, kota atau komplek perumahan. Sebuah perusahaan mungkin memutuskan untuk beroperasi dalam satu atau beberapa wilayah geografik ini atau beroperasi disemua wilayah tetapi lebih memperhatikan perbedaan kebutuhan dan keinginan yang dijumpai. Banyak perusahaan dewasa ini “meregionalkan” progam pemasaran mereka, melokalkan produk, iklan, promosi, dan usaha penjualan agar sesuai dengan kebutuhan masing –  masing wilayah.
    2.      Segmentasi Demografik
    Segmetasi demografik adalah suatu proses yang membagi – bagi pasar menjadi kelompok – kelompok berdasarkan variabel – variabel demografi seperti umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan,pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, agama, ras dan kebangsaan.
    Variabel – variabel demografis merupakan dasar yang paling populer untuk menentukan kelompok – kelompok pelanggan, karena keinginan kebutuhan, dan tingkat pemakaian konsumen seringkali berkaitan sangat erat dengan variabel demografis dan juga variabel demografis lebih mudah diukur dari pada kebanyakan variabel lain.
    Bahkan kalaupun segmen pasar ditetapkan dengan dasar yang lain (non demografis ) karakteristik demografis mereka harus diketahui pula untuk menaksir besarnya pasar sasaran dan memenuhi kebutuhan mereka secara efisien.
    3.      Segmentasi Psikikografis
    Dalam segmentasi psikikografis maka pembeli dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.

    Mensegmentasi Pasar Industri
    Pembeli di pasar industri  dapat disegmentasikan secara geografis atau menurut manfaat yang dicari, status pengguna, tingkat penggunaan, dan status loyalitas. Dalam industri terpilih sebuah perusahaan dapat mensegmentasi lebih lanjut berdasarkan ukuran pelanggan atau lokasi geografik.

    Mensegmentasi Pasar Internasional
    Hanya sedikit perusahaan mempunyai sumber dayaatau bersedia beroperasi di semua negara yang ada diseluruh dunia. Beroperasi di banyak negara menghadirkan banyak tantangan baru. Satu negara dengan negara lain berbeda bahkan yang letaknya berdekatan dapat berlainan dalam susunan ekonomi, budaya dan politiknya sehingga perusahaan internasional perlu mengelompokan pasar dunia menjadi segmen dengan kebutuhan dan perilaku yang khas.
    Perusahaan dapat mensegmentasi pasar internasional dengan menggunakan satu variabel atau suatu kombinasi dari beberapa variabel. Segmentasi dapat dilakukan berdasarkan lokasi geografik, mengelompokan negara berdasarkan wilayah seperti Eropa Barat, sekitar Pasifik dan sebagainya. Segmentasi geografik menganggap bahwa bangsa yang hidup berdampingan mempunyai sifat dan perilaku yang sama. Pasar dunia dapat disegmentasi berdasarkan faktor – faktor ekonomi, misalnya berdasarkan tingkat pendapatan atau tingkat perkembangan ekonomi negara yang bersangkutan. Selain itu segmentasi dapat juga berdasarkan faktor – faktor politik dan peraturan seperti tipe dan stabilitas pemerintah, penerimaan terhadap perusahaan asing, peraturan moneter dan jumlah birokrasi. Faktor – faktor budaya  juga dapat digunakan untuk mensegmentasi pasar misal bahasa, agama, nilai – nilai, sikap, kebiasaan dan perilaku. Mensegmentasi pasar internasional berdasarkan faktor – faktor geografi, ekonomi, politik, budaya dan sebagainya menganggap bahwa segmen tersebut terdiri dari kumpulan negara. Akan tetapi, banyak perusahaan menggunakan pendekatan yang berbeda, yaitu yang disebut segmentasi antar pasar. Dengan menggunakan pendekatan ini perusahaan membentuk segmen konsumen yang mempunyai kebutuhan dan perilaku membeli yang sama walaupun mereka berada di negara yang berbeda.

    Syarat Segmentasi  yang Efektif
    Dalam melakukan segmentasi perusahaan perlu memperhatikan efektifitas segmentasi tersebut. Agar dapat berguna secara maksimal, maka setiap segmen pasar harus menunjukan lima karakteristik :
    1.      Dapat diukur ( Measurabel ) Ukuran, daya beli, dan profil pasar harus dapat diukur dengan tingkat tertentu.
    2.      Dapat dijangkau ( Accessible ) Segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
    3.      Cukup besart  ( Substantial ) Segmentasi pasar cukup besar atau cukup memberi laba yang dapat diloyani. Suatu segmen merupakan kelompok homogenyang cukup bernilai untuk dilayani oleh progam pemasaran yang sesuai.
    4.      Dapat dibedakan ( Differentiabel ) Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
    5.      Dapat dilaksanakan ( Actionable ) Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

    Evaluasi Segmen Pasar
    Perusahaan harus mengevaluasi berbagai segmen dan memutuskan berapa banyak dan segmen mana yang akan dijadikan sasaran.
    Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda sebuah perusahaan harus memperhatikan tiga faktor, yaitu :
    1.      Ukuran dan pertumbuhan segmen
    Apakah segmen potensial memiliki karakteristik, ukuran dan pertumbuhan yang tepat. Perusahaan harus mengumpulkan dan menganalisa data mengenai tingkat penjualan saat ini, tingkat pertumbuhannya dan kemampuannya memperoleh laba yang diharapkan beberapa segmen. Perusahaan akan tertarik pada segmen yang mempunyai ukuran dan karakteristik pertumbuhan yang tepat dan ini merupakan hal yang relatif.
    2.      Daya tarik struktural segmen
    Perusahaan harus meneliti beberapa faktor struktural utama yang mempengaruhi daya tarik segmen dalam jangka panjang. Misalnya suatu segmen tidak akan menarik bila sudah dimasuki oleh pesaing yang kuat dan agresif, banyak produk pengganti yang potensial, kekuatan tawar menawar pembeli besar terhadap penjual serta pemasok yang kuat yang dapat mengendalikan harga atau mengurangi mutu atau juimlah barang dan jasa yang dipesan.
    3.      Sasaran dan sumber daya perusahaan
    Bila suatu segmen cocok dengan sasaran perusahaan, selanjutnya perusahaan harus memastikan apakah mempunyai ketrampilan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk sukses dalam segmen tadi. Dan perusahaan dituntut mempunyai ketrampilan dan sumber daya yang lebih baik dari pada pesaingnya.

    Menyeleksi Segmen Pasar
    Setelah mengavaluasi segmen pasar, perusahaan memutuskan segmen mana dan beberapa segmen yang akan dilayani. Ini merupakan seleksi pasar sasaran yaitu kumpulan pembeli dengan kebutuhan atau karakteristik sama yang akan dilayani perusahaan. Ada tiga strategi cakupan pasar yang dapat digunakan, yaitu:
    a)      Pemasaran tanpa pembedaan
    Dengan menggunakan strategi tanpa pembedaan, sebuah perusahaan dapat memutuskan untuk mengabaikan perbedaan segmen pasar dan menawarkan satu macam produk ke seluruh pasar. Tawaran itu akan berfokus pada apa yang serupa bukannya pada apa yang berbeda. Perusahaan merancang suatu produk dan progam pemasaran yang ditujukan pada jumlah pembeli yang paling besar. Perusahaan mengandalkan distribusi massal dan iklan massa, serta keinginan menanamkan citra superior dalam  benak konsumen mengenai produknya.
    b)      Pemasaran dengan pembedaan
    Dengan menggunakan strategi pemasaran dengan pembedaan sebuah perusahaan memutuskan untuk memilih beberapa segmen pasar dan merancang barang yang berbeda untuk masing – masing segmen. Dengan menawarkan variasi produk di pasar, perusahaan berharap menjual lebih banyak dan memperoleh posisi lebih kuat dalam setiap segmen. Perusahaan juga mengharapkan pembelian yang lebih loyal karena menawarkan barang yang lebih cocok dengan keinginan konsumen.
    c)      Pemasaran terkonsentrasi
    Strategi pemasaran terkonsentrasi  menarik apabila sumber daya perusahaan terbatas. Strategi pemasaran terkonsentrasi merupakan srtategi peliputan dasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk mencari pangsa pasar besar dalam satu atau beberapa sub pasar. Pemasaran terkonsentrasi menawarkan cara yang baik sekali sekali bagi perusahaan kecil untuk memperoleh pijakan dalam menghadapi pesaing yang jauh lebih banyak mempunyai sumber daya.
    Banyak strategi yang harus dipertimbangkan dalam memilih strategi cakupan pasar, yaitu :
    ·         Sumber daya perusahaan
    ·         Varibilitas produk
    ·         Daur hidup produk
    ·         Varibilitas pasar
    ·         Strategi pemasaran pesaing

    Pola – pola Segmentasi Pasar
    Para pembeli mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik, sehingga berpotensi menjadi sebuah pasar tersendiri . Idealnya seseorang penjual dapat merancang sebuah progam pemasaran tersendiri bagi setiap pembeli, akan tetapi kebanyakan perusahaan tidak merasakan manfaat yang cukup berarti dari segmentasi yang sempurna, karena terlalu membebami perusahaan untuk menyesuaikan penawaran mereka setiap saat. Sebagai gantinya penjual mengidentifikasi kelas – kelas  pembeli yang luas yang berbeda dalam persyaratan membeli dan atau tanggapan – tanggapan pemasarannya.
    Tiga pola identifikasi pemilahan pasar ( Segmentasi Pasar )
    1.      Preferensi Homogen
    Menunjukan sebuah pasar dimna konsumen secara umum punya kesukaan yang sama. Pasarnya menunjukan tiada segmen, hanya kedua atribut yang diperhatikan. Kita akan meramalkan bahwa merk – merk yang ada akan serupa dan terletak pada pusat kesukaan ( preferensi ).
    2.      Preferensi Tersebar ( Diffused )
    Pada sisi yang lain kesukaan konsumen mungkin tersebar di seluruh tempat, bervariasi dalam kesukaan mereka. Bila suatu merk memasuki pasar kemungkinan ia akan ditempatkan ditengah meminimumkan jumlah total ketidakpuasan konsumen. Pesaing baru dapat menempatkan diri dekat dengan merk pertama dan berjuang untuk memperoleh pangsa pasar.
    3.      Preferensi Mengelompok ( Clustered )
    Pasar mungkin  menimbulkan kelompok –  kelompok kesukaan berbeda disebut segmen pasar  yang alami.
    Perusahaan pertama dalam pasar ini punya tiga pilihan menempatkan diri di tengah dengan berharap dapat menarik semua kelompok ( pemasaran yang tidak berbeda / undifferentiated ), menempatkan diri pada segmen terbesar atau pemasaran terkonsentrasi, atau mungkin mengembangkan beberapa merk masing – masing ditempatkan pada segmen yang berbeda ( differentiated ).

    Prosedur Dan Proses Segmentasi Pasar

    Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam segmentasi pasar (Kotler,2003) yaitu:
    1)      Survey Stage
    Survey Stage merupakan tahap melakukan eksplorasi baik melalui focus group discussion atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku mahasiswa Program Magister Manajemen (MM) . Dengan adanya gambaran awal tentang preferensi konsumen peneliti dapat menggali lebih lanjut dengan menggunakan kuesioner.
    2)      Analysis Stage
    Analysis Stage merupakan tahap analisis terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey. Analisis dapat dilakukan dengan menerapkan analisis faktor untuk menelaah variabel-variabel mana yang berkolerasi tinggi kemudian menerapkan analisis cluster untuk menciptakan atau mengetahui kelompok-kelompok pasar yang secara signifikan memiliki perbedaan karakteristik.
    3)      Profiling Stage
    Profiling Stage merupakan tahap untuk mengidentifikasi frofil masing-masing cluster yang terbentuk. Dengan ini akan teridentifikasi perbedaan masing-masing cluster berdasarkan sikap dan perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value yang diharapkan dari sebuah program MM, kemudian masing-masing cluster diberi nama berdasarkan karakteristik yang menonjol (Fanggidae, 2006).

    MENETAPKAN PASAR SASARAN ( MARKET TARGETING )
    Segmentasi pasar menimbulkan peluang segmen pasar yang dihadapi perusahaan. Perusahaan tersebut mengevaluasi berbagai segmen dan memutuskan beberapa banyak segmen yang harus dicakup serta segmen mana yang akan dilayani.
    Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat pada tiga faktor ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik struktural serta tujuan dan sumber daya perusahaan.
    Memilih  segmen pasar
    Setelah mengevaluasi beberapa segmen perusahaan berharap mendapatkan satu atau lebih segmen pasar yang bernilai untuk dimasuki.
    Perusahaan harus memutuskan berapa banyak dan segmen mana yang akan dilayani yang biasa dinamakan marketing target atau pasar sasaran.
    Pasar sasaran adalah sekelompok pembeli yang mempunyai kebutuhan atau karakteristik yang sama yang ingin dilayani oleh perusahaan.
    5 pola pemilihan pasar sasaran:
    1.      Konsentrasi pada segmen tunggal
    Perusahaan memilih sebuah segmen tunggal yang memiliki kesamaan alami pada kunci persyaratan untuk sukses di segmen ini.
    Melalui pasar yang terkonsentrasi maka perusahaan posisi pasar yang kuat dalam segmen. Dana yang terbatas segmen tanpa pesaing, titik tolak untuk ekspansi.
    2.      Spesialisasi selektif
    Perusahaan memilih beberapa segmen masing – masing dilihat daya tariknya dan kesesuaian dengan tujuan serta sumber daya perusahaan.

    3.      Spesialisasi Produk
    Perusahaan berkonsentrasi pada pembuatan satu produk tertentu yang dijual ke beberapa segmen pasar. Melalui strategi ini perusahaan membangun reputasi tinggi dalam satu area produk yang khusus, resiko akan muncul bila produk tersebut dikalahkan oleh teknologi yang lebih baru.

    4.      Spesialisasi pasar
    Perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok tertentu. Perusahaan mencapai reputasi yang tinggi dalam spesialisasi pelayanan kelompok pelanggan.

    5.      Jangkauan pasar secara penuh
    Perusahaan berusaha untuk melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang diperlukan.
    Perusahaan besar dapat menjangkau pasar dengan dua cara yaitu melalui pemasaran yang tidak dibedakan dan dibedakan.
    ·         Pemasaran yang tidak dibedakan ( Undiferentiated Marketing )
    Perusahaan mengabaikan perbedaan segmen pasar dan melayani keseluruhan pasar dengan satu penawaran.
    Pemasaran ini akan menghemat biaya persediaan ( lini produk yang sempit ) dan biaya pengangkutan.
    ·         Pemasaran yang dibedakan / pemasaran serba aneka ( Diferentiated Marketing )
    Perusahaan memilih untuk beroperasi pada beberapa segmen pasar dan merancang progam pemasaran yang berbeda untuk setiap segmen.
    ·         Pemasaran terpusat
    Perusahaan mencari pangsa pasar / market share yang besar dalam sebuah sub pasar dari pada mengejar market share yang kecil dalam sebuah pasar yang besar. Strategi ini cocok bagi perusahaan yang sumber dananya terbatas.
    PENENTUAN POSISI PASAR ( POSITIONING )
    Posisi produk adalah bagaimana produk didefinisikan oleh konsumen atas dasar atribut – atribut yang menyertai dibanding dengan produk pesaing dalam benak konsumen.
    Strategi penentuan posisi pasar
    ·         Atas dasar atribut produk
    Contoh harga murah, manfaat yang diberikan, rasa yang enak.
    ·         Peristiwa penggunaan
    Isotonik diposisikan sebagai minuman untuk menggantian zat cair dan gas tubuh para atlet pada musim panas.
    Pada musim dingin diposisikan sebagai minuman yang digunakan manakala dokter menganjurkan meminum banyak cairan.
    ·         Kelas pengguna

    Selling Chain Management

    Selling Chain Management

    Dasar Selling Chain Management
    Selling Chain Management adalah suatu sebuah kerangka aplikasi yang bisa membantu menjual sesuatu lebih baik dan lebih efektif dengan cara membangun hubungan antara fungsi-fungsi penjualan di dalam suatu perusahaan yang biasanya tidak terhubung.
    Selling Chain Management terus dikembangkan karena adanya beberapa permasalahan didalam sistem penjualan, yaitu:
    ·        Sukar untuk temukan kebenaran informasi sebab informasi pemasaran tidaklah konsisten, mencetak material pemasaran  adalah cara yang kuno, menetapkan harga informasi adalah ketinggalan zaman
    ·         Para sales dibanjiri dengan tugas non-value-added, menghabiskan 30 sampai 50 persen dari waktu mereka pada tugas administrasi
    ·        Arus sistem tidaklah terintegrasi → order yang ada pada sistem akan kembali berulang kali
    Selling chain management juga bisa dijelaskan sebagai sub-sistem yang secara langsung berinteraksi dengan pelanggan agar mereka dapat dengan mudah mengadakan akses terhadap produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan, terutama yang berhubungan dengan aktivitas transaksi bisnis.
    Kekuatan utama dari Selling Chain Management adalah bahwa Selling Chain Management dapat membuat suatu jalur pemasukan yang baru dimana secara berkesinambungan dapat meningkatkan keefektifan dari jalur perusahaan yang sudah ada.
    Tujuan dari Selling Chain Management:
    ·        Membuat kemudahan untuk pelanggan
    ·        Menambahkan nilai lebih untuk pelanggan
    ·        Mempermudah untuk memesan berbagai macam produk
    ·        Meningkatkan efektivitas tenaga penjualan
    ·        Mengkoordinir tim penjual

    Kekuatan Bisnis Mengendalikan Kebutuhan dari Selling Chain Management
    Pertanyaan mengenai bagaimana cara membantu penjual untuk memasarkan produk melalui internet serta ditambah dengan adanya isu-isu yang beredar di pasar seakan mengendalikan ketertarikan akan pengaplikasian selling chain, seperti peningkatan self service order, peningkatan biaya faktor pendukung prapenjualan dan kesalahan pemesanan, perubahan jalur penjualan, peningkatan kerumitan dari suatu produk, dan peningkatan merger dan akuisisi.

    Kekuatan Teknologi Mengendalikan Kebutuhan Akan Selling Chain Management
    Pengendali bisnis sering memberikan penekanan akan pentingnya dalam memperhatikan kebutuhan konsumen dan tren dalam mengimplementasikan strategi Selling Chain Management. Sama pentingnya dengan menentukan tujuan dan arah perusahaan untuk masa depan. Dalam manajemen suatu perusahaan seharusnya bisa memahami batas-batas suatu teknologi yang bisa dijadikan suatu investasi perusahaan.

    Berikut merupakan kekuatan teknologi yang mengendalikan kebutuhan akan Selling Chain Management:
    • Rangkaian aplikasi Selling Chain
    • Permasalahan dengan tenaga penjualan otomasi yang ada
    - Batasi kemampuan
    - Pengasingan fungsional
    - Resistansi organisasi
    - Batasi pandangan customer
    • Kemampuan proses yang terbatas
    • Efektivitas penjualan yang terbatas: kebutuhan akan aplikasi yang lebih terintegrasi
    Elemen-Elemen Dari Selling Chain Infrastruktur
    • Hubungan Internet
    • Pengaturan sistem penjualan
    • Katalog produk
    • Sistem kompensasi penjualan

    Customer Relationship Management (CRM)

    Customer Relationship Management (CRM)

    Dengan mengintegrasikan seluruh sistem (front and back office), akan memberikan suatu kemampuan dan fleksibilitas, yang merupakan suatu impian dimasa yang lalu, kepada bagian penjualan, pemasaran dan tim bantuan tehnis untuk dapat memelihara dan meningkatkan hubungan dengan para pelanggan yang baik. Solusi CRM dari Intuitive memberikan seluruh fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk mencari, mendapatkan dan melayani seluruh pelanggan, mulai dari pemasaran, penjualan sampai pada layanan pelanggan.
    Solusi CRM dari Intuitive menyediakan fungsi-fungsi yang meliputi banyak hal untuk dapat mengatur, merencanakan dan membuat laporan di seluruh lingkup bidang penjualan
    • Penambahan dan perubahan informasi mengenai pelanggan
    • Mengakses data penjualan pelanggan dan data mengenai harga barang yang telah diberikan
    • Mengakses data status mengenai keuangan pelanggan yang terakhir
    • Mendeteksi dan memprediksi seluruh peluang-peluang sesuai dengan jalurnya
    • Secara otomatis dapat menginformasikan daftar calon-calon pelanggan yang berpotensi
    • Mendapatkan informasi yang kompetitif
    Mulai dari tahap penawaran barang sampai dengan membuat order penjualan dan pemenuhan order, Intuitive ERP memberikan fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk memaksimalkan tingkat efisiensi kemampuan penjualan.
    • Memberikan penawaran dan melakukan kalkukasi penjualan
    • Menjanjikan pengiriman barang
    • Mengentry Order Penjualan
    • Memproses pengembalian barang

    Advanced Configurator

    Intuitive ERP dengan modul “Advanced Configurator” memungkinkan untuk dengan cepat menentukan harga barang yang akurat, konfigurasi produk dan spesifikasinya, serta bill-of-material (daftar kebutuhan barang) dan tahapan-tahapan proses produksi. Fungsi ini seluruhnya adalah menerapkan konsep “Bottom-up”, “Rules Based Configurator” yang sesungguhnya, sehingga memudahkan untuk mendefinisikan suatu produk dengan suatu aturan yang sangat baik dan berdasarkan pada suatu petunjuk mengenai batasan-batasan (“Constraint-based”) yang sudah ditentukan sebelumnya.
    • Kemampuan untuk diakses melalui internet, berbasis pada web browser, dan mempunyai fleksibilitas untuk menunjang suatu produk yang sungguh-sungguh sangat kompleks sekalipun.
    • Penawaran, Penjualan dan penanganan produk-produk yang rumit/kompleks, produk-produk dengan konfigurasi yang sangat spesifik, dapat dilakukan dengan mudah
    • Proses penawaran sampai pada tahap pengiriman barang dapat dipercepat
    • Melihat perubahan model dan harga barang secara otomatis
    • Memudahkan pengumpulan dan pengaturan data produk-produk yang penting

    Enterprise Resource Planning (ERP)

    Enterprise Resource Planning (ERP)

    Perencanaan

    Dengan tersedianya fungsi-fungsi perencanaan yang sangat handal/superior serta mudah untuk digunakan, Intuitive ERP akan dapat menyediakan data yang diperlukan untuk dapat mengambil tindakan yang cepat dan mudah apabila terjadi masalah dengan penjadualan/scheduling. Fungsi-fungsi perencanaan yang telah tersedia dan jauh lebih berkembang, memungkinkan perusahaan untuk dapat mengurangi biaya-biaya produksi serta meningkatkan produktifitas, dengan cara menghindari terjadinya kekurangan stok barang, meningkatkan ketepatan pengiriman barang, serta meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menyusun jadual kebutuhan stok.
    Kemudahan untuk menganalisa kebutuhan barang dan menyajikan informasi secara grafikal dan bertingkat (berdasarkan pada sumber dan pemenuhan kebutuhan), untuk membuat komitmen yang cepat dan akurat mengenai pengiriman barang dengan memanfaatkan fungsi “Available To Promise (ATP)” dan fungsi “Capable to Promise (CTP)”. Membuat dan melakukan perubahan terhadap perencanaan material sesuai dengan kebutuhan, meningkatkan pengontrolan terhadap biaya produksi dan mengefisiensikan pengaturan sumber daya dengan cara memanfaatkan fungsi-fungsi yang fleksibel untuk mengatur “Bill Of Material”/struktur barang/stok, serta memberlakukan perubahan spesifikasi tehnis produk tanpa harus kehilangan kontrol terhadap operasional produksi dan menilai dampak pengaruh dari perubahan spesifikasi tehnis terhadap seluruh operasional perusahaan.
    • Merencanakan stok secara instant/cepat sekali dengan fungsi “Dynamic MRP (Material Requirement Plan)”
    • Memeriksa ketersediaan stok dan memberikan komitmen untuk mengirim barang melalui pemanfaatan fungsi-fungsi “Available To Promise (ATP)” dan “Capable To Promise (CTP)”
    • Menganalisa Kebutuhan barang secara grafik dan bertingkat
    • Membuat “Bill of Material” secara visual
    • Membuat dan Mengatur Operasi/Proses setiap barang secara fleksibel
    • Melacak dan mengontrol setiap perubahan spesifikasi tehnis

    Manajemen Stok / barang

    Pengaturan yang efektif untuk barang jadi, barang setengah jadi (WIP) dan bahan baku merupakan suatu hal yang sangat kritis dalam seluruh operational perusahaan. Intuitive ERP memberikan sistem pengaturan barang yang handal dan terstruktur — Keseluruhan fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk dapat melakukan pengontrolan secara akurat terhadap setiap transaksi stok, biaya produksi yang terjadi serta pemakaian barang.Mulai dari pengadaan barang baku sampai pada pendistribusian barang jadi, Intuitive ERP memungkinkan untuk dapat mengatur informasi-informasi yang penting dari setiap barang dengan berbagai atributnya yang tercantum dalam “Kartu Stok”. Akses secara instan/cepat terhadap data yang terjadi secara real-time (sesuai dengan waktu terjadinya) memungkinkan perusahaan untuk dapat memeriksa dan melacak tingkat jumlah stok menurut barang, lokasi barang, kelompok produk dan transaksi stok yang telah terjadi hanya dengan meng”klik” sebuah tombol. Menyederhanakan transaksi barang yang terjadi sehari-hari dan meningkatkan produktifitas para pemakai sistem (user) dengan memafaatkan fungsi-fungsi yang dapat secara otomatis menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang seringkali dilakukan
    • Mengontrol Stok / barang
    • Mengatur Pengadaan Barang
    • Pengiriman dan Penerimaan Barang
    • Melacak informasi mengenai lokasi dan lot barang
    • Melakukan penyesuaian terhadap hasil pemeriksaan secara fisik jumlah stok barang dengan metode “Cycle Counting” per sebagian barang atau metode “Physical Inventory” untuk seluruh barang
    • Memproses Transaksi stok dengan bar code
    • Menganalisa dan mengatur informasi mengenai biaya produksi

    Keuangan / Akunting

    Intuitive ERP menyediakan fungsi-fungsi yang cukup memadai dan fleksibel untuk menangani keuangan dan akunting. Memungkinkan perusahaan untuk dapat menelusuri dan mencari sumber dan pemakaian aliran dana didalam perusahaan secara aman dan akurat. Transaksi keuangan akan semakin mudah dan kemampuan untuk mengakses secara cepat data-data keuangan, baik secara rekapitulasi/ringkasan sampai dengan pada level detil transaksi secara “Drill-Down”Mengatur, menangani dan memproses hutang dan piutang dagang perusahaan. Menelusuri dan melacak semua kegiatan akunting melalui modul “General Ledger” dari Intuitive ERP. Memudahkan untuk membuat laporan Neraca Keuangan, budget, dan Laporan keuangan lainnya.
    • Membuat budget dan memonitor aliran dana
    • Memproses hutang dan piutang dagang
    • Memasukkan transaksi-transaki pada buku besar
    • Me-Rekonsialisasikan perkiraan-perkiraan keuangan.
    • Menelusuri biaya-biaya pemakaian barang, tenaga kerja, dan produksi

     

    Pembelian

    Menangani seluruh aktifitas pembelian, mulai dari menyeleksi pemasok/supplier sampai pada memasukkan data penawaran, memasukkan order pembelian sampai pada penerimaan barang dan melakukan inspeksi/QC.
    • Mengorganisasikan dan mengatur infomasi mengenai pemasok/supplier secara mendetail
    • Mengatur harga pembelian dan matrik penawaran dari supplier
    • Memasukkan data order pembelian
    • Membuat Order Pembelian secara otomatis (meng-konversikan) dari rencana pembelian yang secara otomatis dibuat oleh sistem sesuai dengan kebutuhan
    • Menerima dan menginspeksi penerimaan barang yang dikirim oleh supplier

    Produksi

    Intuitive ERP memberikan fungsi-fungsi yang lengkap dalam hal produksi untuk membantu perusahaan dalam menangani proses-proses yang terjadi pada barang setengah jadi (wip) dan meningkatkan produktifitas karyawan dengan menjalankan fungsi/fasilitas “Labor-Saving”, yang memungkinkan pengontrolan lebih besar terhadap operasional produksi dan jadwal/schedule produksi.Dengan cepat rencana “Order Produksi” dapat dikonversikan menjadi “Order Produksi”. Memaksimalkan efisiensi produksi dengan fungsi “Backflushing”, “Finite and Infinite Loading”, “Forward and Backward Scheduling”. Pengaturan tenaga kerja dan kapasitas peralatan dapat lebih baik dilakukan melalui penerapan modul “Shop Floor Control”. Modul ini memungkinkan untuk membuat jadual produksi dan melakukan proses “What If” untuk dapat mengidentifikasikan secara cepat dan mencegah terjadinya jadual produksi yang konflik. Data mengenai produksi telah terintegrasi dengan data akunting, sehingga biaya produksi yang terjadi dapat segera ditelusuri/dilacak secara akurat.
    • Membuat dan memeriksa order-order produksi
    • Perencanaan dan penjadualan operasional produksi
    • Memonitoring status dari produksi
    • Mengatur barang dan kapasitas peralatan/mesin
    • Menjanjikan waktu untuk pengadaan barang jadi
    • Mengecek waktu dan kehadiran karyawan

    Supply Chain Management

    Supply Chain Management
    Pengertian supply adalah sejumlah material yang disimpan dan dirawat menurut aturan tertentu dalam tempat persediaan agar selalu dalam keadaan siap pakai dan ditatausahakan dalam buku perusahaan. Pengertian supply chain adalah sebuah proses bisnis dan informasi yang berulang yang menyediakan produk atau layanan dari pemasok melalui proses pembuatan dan pendistribusian kepada konsumen.  Sedangkan menurut Indrajit dan Djokopranoto supply chain adalah suatu tempat sistem organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini juga merupakan jaringan dari berbagai organisasi yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik mungkin menyelenggarakan pengadaan atau penyalur barang tersebut.

    Manajemen
    Pengertian Manajemen adalah teknik atau seni untuk mengarahkan dan menggerakkan orang lain dalam rangka mencapai tujuan.

    Fungsi-fungsi Manajemen
    Fungsi-fungsi manajemen yang utama adalah :merencanakan (Planing), yaitu merencanakan apa yang akan mereka lakukan, kemudian mengorganisasikan (Organize) untuk mencapai rencana tersebut. Selanjutnya mereka menyusun staf (Staff) organisasi mereka dengan sumber daya yang diperlukan. Dengan sumber daya yang ada, mereka mengarahkan (Directing) untuk melaksanakan rencana. Akhirnya mereka mengendalikan (Control) sumber daya, menjaganya agar tetap beroperasi secara optimal.Pengertian Supply Chain ManagementMenurut Schroeder Supply Chain Management (SCM) adalah perancangan, desain, dan kontrol arus material dan informasi sepanjang rantai pasokan dengan tujuan kepuasan konsumen sekarang dan di masa depan.  Menurut Simchi-Levi et al SCM adalah suatu pendekatan dalam mengintegrasikan berbagai organisasi yang menyelenggarakan pengadaan atau penyaluran barang, yaitu supplier, manufacturer, warehouse dan stores sehingga barang-barang tersebut dapat diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat dan biaya yang seminimal mungkin.Dari kedua definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa SCM adalah suatu rantai pengadaan barang kepada pelanggan dalam rangka menjamin ketersediaan material dan meminimalisasikan biaya.

    Tujuan Supply Chain
    Tujuan supply chain manajemen berdasarkan definisi diatas adalah:
    1.        Supply chain manajemen menyangkut pertimbangan mengenai lokasi setiap fasilitas yang memiliki dampak terhadap aktivitas dan biaya dalam rangka memproduksi produk yang diinginkan pelanggan dari supplier dan pabrik hingga disimpan di gudang dan pendistribusiannya ke sentra penjualan.
    2.        Mencapai efisiensi aktivitas dan biaya seluruh sistem, total biaya sistem dari transportasi hingga distribusi persediaan bahan baku, proses kerja dan barang jadi.

    Keuntungan Supply Chain
    Keuntungan menerapkan supply chain menurut Indrajit dan Djokopranoto adalah: 
    1.        Mengurangi inventori barang. Inventori merupakan aset perusahaan yang berkisar      antara 30%-40% sedangkan biaya penyimpanan barang berkisar 20%-40% dari nilai barang yang disimpan.
    2.        Menjamin kelancaran arus barang. Rangkaian perjalanan dari bahan baku sampai menjadi barang jadi dan diterima oleh pemakai/pelanggan merupakan suatu mata rantai yang panjang (chain) yang perlu dikelola dengan baik.
    3.        Menjamin mutu. Jaminan mutu juga merupakan serangkaian mata rantai panjang yang harus dikelola dengan baik karena mutu barang jadi ditentukan tidak hanya oleh proses produksi tetapi juga oleh mutu bahan mentahnya dan mutu keamanan dalam pengirimannya.



    Tahapan Supply Chain
    Mencapai supply chain terintegrasi menurut terdiri dari beberapa tahapan, antara lain:
    Tahap 1: Baseline (Dasar). Posisi dari kebebasan fungsional yang lengkap di mana    masing-masing fungsi bisnis seperti produksi dan pembelian melakukan aktivitas mereka secara sendiri-sendiri dan terpisah dari fungsi bisnis yang lain.
    Tahap 2 : Integrasi Fungsional.Perusahaan telah menyadari perlu sekurang-kurangnya    ada penggabungan antara fungsi-fungsi yang melakukan aktivitas hampir sama, misalnya antara bagian distribusi dan manajemen persediaan atau pembelian dengan pengendalian material.
    Tahap 3: Integrasi secara internal. Diperlukan pengadaan dan pelaksanaan perencanaan kerangka kerja end-to-end.
    Tahap 4: Integrasi secara eksternal. Integrasi supply chain yang sebenarnya dengan   konsep menghubungkan dan koordinasi yang dicapai pada Tahap3, yang diperluas dengan bagian supplier dan pelanggan.

    Supply Chain Management dan Teknologi Informasi
    Konsep manajemen supply chain tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi informasi (TI). Bahkan kalau dilihat dari sejarahnya, justru kemajuan TI inilah yang melahirkan prinsip-prinsip dasar supply chain. Alasannya adalah karena pengintegrasian berbagai proses dan entitas bisnis di dalam manajamen supply chain adalah melakukan penggunaan bersama-sama terhadap informasi yang dimiliki dan dihasilkan oleh berbagai pihak. Secara umum, peranan TI di dalam manajemen supply chain dapat dilihat dari dua perspektif besar, yaitu perspektif teknis dan perspektif manajerial.
    1.      Perspektif Teknis dilihat dari sisi teknis, ada dua fungsi dari teknologi informasi yang harus dipenuhi, yaitu:
    1)       Fungsi penciptaan aspek-aspek yang harus dapat dilakukan oleh TI adalah sebagai berikut:
    ·         TI harus mampu menjadi medium atau sarana untuk mengubah fakta-fakta atau kejadian-kejadian sehari-hari yang dijumpai dalam bisnis perusahaan ke dalam format data kuantitatif.
    ·         Teknologi harus mampu mengubah data mentah yang telah dikumpulkannya tersebut menjadi informasi yang relevan bagi setiap penggunanya, yaitu manajemen, staf, konsumen, mitra bisnis, pemilik perusahaan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
    ·         Hasil dari pengambilan keputusan akan memberikan berbagai dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja bisnis perusahaan. TI mengolah informasi yang diperoleh dengan berbagai konteks organisasi yang ada menjadi sebuah knowledge yang dapat diakses oleh semua pihak di dalam perusahaan.
    ·         Kumpulan dari knowledge yang diperoleh dan dipelajari selama perusahaan beroperasi akan menjadi bekal suatu kebijakan yang tidak ternilai harganya.
    2)       Fungsi penyebaranTerhadap entitas fakta, data, informasi, knowledge tersebut TI   memiliki fungsi-fungsi yang berhubungan dengan aspek penyebaran sebagai berikut:
    ·         Gathering. TI harus memiliki fasilitas-fasilitas yang mampu mengumpulkan entitas-entitas tersebut dan meletakkannya di dalam suatu media penyimpanan digital
    ·         Organising. Untuk memudahkan pencarian terhadap entitas-entitas tersebut di kemudian hari, TI harus memiliki mekanisme dalam mengorganisasikan penyimpanan entitas-entitas tersebut ke dalam media penyimpanan.
    ·         Selecting. TI harus menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencarian dan pemilihan.
    ·         Synthesizing. TI harus mampu memenuhi kebutuhan manager dalam hal menggabungkan beberapa entitas menjadi satu kesatuan yang terintegrasi.
    ·         Distributing. TI harus mampu memiliki infrastruktur yang dapat menyalurkan berbagai entitas dari tempat penyimpanannya ke pihak-pihak yang membutuhkannya.
    2.        Perspektif Manajerial. Dilihat dari sisi bisnis manajerial, terutama dalam kaitannya dengan manajemen supply chain, ada tiga peranan yang diharapkan oleh perusahaan dari implementasi efektif sebuah TI, yaitu:
    1)       Mengurangi resiko (minimize risks).Pada umumnya resiko berasal dari adanya ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain yang berada diluar perusahaan. Kehadiran TI selain harus mampu membantu perusahaan mengurangi resiko bisnis yang ada, perlu pula menjadi sarana untuk membantu manajemen dalam mengelola resiko (managing risks) yang dihadapi sehari-hari.
    2)       Mengurangi biaya (minimize costs).Tawaran lain yang ditawarkan TI adalah perbaikan efisiensi dan optimalisasi proses-proses bisnis di perusahaan. Ada empat cara yang ditawarkan TI untuk mengurangi biaya-biaya yang seringkali dikeluarkan untuk kegiatan operasional sehari-hari, yaitu:
    ·        Eliminasi proses. Implementasi berbagai komponen teknologi informasi akan mampu menghilangkan atau mengeliminasi proses yang dirasa tidak perlu (non value added process).
    ·         Simplifikasi proses. Berbagai proses yang panjang dan berbelit-belit (birokratis) biasanya dapat disederhanakan dengan mengimplementasikan berbagai komponen TI (basisdata dan aplikasi misalnya).
    ·         Integrasi proses. TI juga mampu melakukan pengintegrasian beberapa proses menjadi satu sehingga terasa lebih cepat dan praktis (secara langsung akan meningkatkan kepuasan pelanggan juga).
    ·         Otomatisasi proses. Mengubah proses manual menjadi otomatis merupakan tawaran lain untuk mempermudah perusahaan melaksanakan kegiatan operasionalnya sehari-hari dari TI.
    3)       Menambah nilai (add value) Tujuan dari penciptaan value tidak saja sekedar memuaskan pelanggan  (customer satisfaction), tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan loyalitas  (customer loyalty) sehingga pelanggan tersebut selalu menjadi konsumennya untuk jangka panjang  (customer bonding).